SEMARANG – Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Mandiri pada 31 Oktober 2025 di Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas, Kota Semarang. Kegiatan ini menggandeng POKMASWAS Manunggal Bahari sebagai mitra utama dalam upaya pemberdayaan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Program pengabdian masyarakat mandiri ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir, khususnya dalam bidang perikanan budidaya, lingkungan pesisir, dan peningkatan ekonomi berbasis sumber daya kelautan. Kegiatan yang dilaksanakan bersifat aplikatif dan partisipatif, sehingga dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Salah satu fokus utama kegiatan adalah optimalisasi pakan untuk pengembangan usaha budidaya ikan nila salina. Melalui kegiatan ini, masyarakat dibekali pemahaman mengenai efisiensi pakan, strategi pemberian pakan yang tepat, serta potensi peningkatan produktivitas budidaya ikan nila di perairan payau.

Selain itu, Departemen Oseanografi Undip juga memperkenalkan strategi mitigasi rob melalui monitoring penurunan tanah (land subsidence). Masyarakat diberikan pemahaman mengenai penyebab dan dampak penurunan tanah di wilayah pesisir, serta pentingnya pemantauan sebagai langkah awal dalam mitigasi bencana rob yang kerap terjadi di kawasan Tanjungmas.

Kegiatan lainnya meliputi monitoring parameter kualitas air, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola kualitas lingkungan perairan sekitar secara mandiri. Dengan pemahaman kualitas air yang baik, diharapkan produktivitas budidaya dapat meningkat dan risiko kegagalan usaha dapat ditekan.

Dalam rangka diversifikasi pemanfaatan sumber daya laut, tim pengabdian juga mengadakan pelatihan pemanfaatan cumi-cumi untuk pembuatan masakan bernilai tambah. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha rumah tangga dan meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, khususnya bagi kelompok perempuan.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap konsep ekonomi biru, masyarakat pesisir Tambakrejo juga mendapatkan pelatihan penerapan silvofishery. Pendekatan ini mengintegrasikan kegiatan perikanan budidaya dengan pelestarian ekosistem mangrove, sehingga mampu mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat mandiri ini, Departemen Oseanografi Undip menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan pesisir yang berkelanjutan, berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata masyarakat. Diharapkan, sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui POKMASWAS Manunggal Bahari dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi kawasan pesisir Kota Semarang.