MAKASSAR – Mahasiswa Departemen Oseanografi Universitas Diponegoro (UNDIP) berhasil meraih prestasi membanggakan dengan memperoleh medali perunggu pada kategori poster di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38. Acara tersebut digelar pada 25-27 November 2025 di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Prestasi diperoleh tim Geowave (PKM-GFT) yang terdiri dari 5 mahasiswa yaitu Aretha Kimiko Shaquilla (Oseanografi) sebagai ketua, serta Aulia Rahmania (Oseanografi), Shafa Salsabila Ramadhani (Geodesi), Alferino Raditya Arkynata (Fisika), dan Barik Janata (Teknik Elektro) sebagai anggota. Tim didampingi oleh Dr. Kunarso, S.T., M.Si. sebagai dosen pendamping.

Tim Geowave mengusung karya berjudul “Inovasi Jam Tangan Pintar Berbasis Artificial Intelligence dan Energi Terbarukan sebagai Sistem Peringatan Dini Gempa Bumi dan Tsunami di Indonesia”. Perangkat jam tangan pintar tersebut dirancang untuk mendeteksi sinyal awal gempa bumi dan potensi tsunami secara cepat dan real-time menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI), sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bahaya bencana gempa bumi dan tsunami.

Ketua tim, Aretha Kimiko Shaquilla, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas pencapaian yang diraih. “Saya merasa sangat bangga dan bersyukur dapat mewakili Universitas Diponegoro dalam ajang PIMNAS serta berhasil meraih medali perunggu di kategori poster. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena membuka kesempatan untuk bertemu dan menjalin relasi dengan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. PIMNAS juga memberikan banyak pembelajaran, baik dalam hal akademik, kerja tim, dan pengembangan diri”.

Ketua Departemen Oseanografi sekaligus dosen pendamping Tim Geowave Dr. Kunarso, S.T., M.Si. mengapresiasi capaian tersebut dan berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. “Prestasi yang dicapai dari PIMNAS menjadi kebanggaan dan indikator prestis bagi Perguruan Tinggi, Fakultas dan tim mahasiswa. Semoga capaian tersebut menjadi pemicu semangat untuk mahasiswa pada kompetisi PKM di tahun 2026 dan tahun-tahun selanjutnya.”

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Departemen Oseanografi, tetapi juga menunjukkan kontribusi mahasiswa dalam pengembangan teknologi sekaligus motivasi untuk meraih hasil yang lebih baik pada tahun-tahun mendatang.